Kamis, 23 April 2015

Sejarah, Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia


Sejarah Bahasa Indonesia
 Bahasa Indonesia  berasal dari bahasa melayu. Bahasa melayu sudah dipakai di kawasan Nusantara sejak abad ke-7 (zaman kerajaan Sriwijaya). Diperkuat dengan bukti :
a.     Prasasti di Kedukan Bukit berangka 683 M (Palembang)
b.     Prasasti di TalangTuwo berangka 684 M (Palembang)
c.     Prasasti di Kota Kapur berangka 686 M (Bangka)
d.     Prasasti di KarangBrahi berangka 688 M (Jambi)
Juga adanya bukti  :
a)        Prasasti di Ganda Suliberangka 832 M (jawa tengah)
b)        Prasasti di Bogor berangka 942 M (jawa barat)
 Keenam prasasti ini, semuanya mengguanakan bahasa melayu kuno.
 Juga informasi dari musafir cina, I-Tsing,yang belajar agama Budha di kerajaan sriwijaya, ada bahasa Koue-Louen yang dengan bahasa Sansekerta.Yang dimaksud dengan bahasa Kouen-Louena dalah bahasa perhubungan (Lingua Franca) dikepulauan nusantara yang merupakan Bahasa melayu.
 Perkembangan bahasa melayu di wilayah nusantara secara intensif dan dalam waktu yang lama, mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Kaum intelektual muda pada saat itu merasa perlunya bahasa persatuan, yang dapat memepersatukan masyarakat Indonesia yang beranekaragam suku, adat, budaya serta bahasa.
 Sehingga puncaknya pada kongres Pemuda 28 oktober 1928, yang melahirkan Ikrar Sumpah pemuda yang terbagi menjadi  3 :
1.        Kami Poetera dan Poeteri Indonesia Mengakoe bertumpah darah satoe, Tanah Air Indonesia.
2.        Kami Poetera dan Poeteri Indonesia Mengakoe berbangsa satoe, Bangsa Indonesia.
3.        Kami Poetera dan Poeteri Indonesia Mendjoendjoeng bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Secara sadar, mereka mengangkat Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia yang tertuang dalam butir ketiga Ikrar Sumpah Pemuda .’’ Mendjoendjoeng bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.”
 Dapat dikatakan bahwa Bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu tuturan riau yang disesuaikan dengan bertumbuh dan berkembangnya masyarakat Indonesia), baru dianggap lahir atau diterima keberadaanya pada tanggal 28 oktober 1928. Yaitu pada Sumpah Pemuda.
 Alasan dipilihnya Bahasa melayu sebagai Bahasa nasional Indonesia menurut Widiyartono (2011:3) adalah :
a)        Suku-suku lain di Republik Indonesia  akan merasa dijajah oleh suku jawa jika menggunakan Bahasa Melayu tuturan jawa.
b)        Bahasa melayu Riau lebih mudah di pelajari dibandingkan bahasa jawa, bahasa jawa memiliki tingkatan bahasa (halus, biasa, dan kasar) tingkatan ini digunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia derajat ataupun pangkat dan kesan negatif sering muncul jika pemakaian bahasa jawa kurang memahami budaya jawa.
c)        Suku melayu berasal dari riau. Sultan malaka yang terakhir juga lari ke riau setelah malaka direbut oleh Protugis. Selain itu bahasa melayu riau paling sedikit terpengaruh bahasa Cina Hokkien, Tio Ciu, Ke, ataupun dari bahasa lainnya.
d)       Menumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara tetangga yang juga menggunakan bahasa melayu dan nasibnya sama dengan indonesia yaitu dijajah Inggris.
e)        Para pejuang kemerdekaan diharapkan bersatu lagi dengan tujuan persatuan dan kebangsaan.
 Disusul pula pada tahun 1938 diselenggarakan kongres pertama Bahasa Indonesia di Solo. Dan pada masa penjajahan Jepang, Bahasa Indonesia makin berkembang karena pemerintahan Jepang melarang penggunaan bahasa Belanda.
 Setelah kemerdekaan 17 agustus 1945, Bahasa Indonesia semakin dikukuhkan sebagai Bahasa Nasional dengan penjabaran sebagai berikut :
a)        18 agustus 1945, dalam UUD 1945 ditetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara Bab XV pasal 36.
b)   Ejaan Bahasa Indonesia dibakukan dan ditetapkan sejak 1972 setelah mengalami beberapa perubahan (tahun 1901 Ejaan Van Ophuijsen dan tahun 1947 Ejaan Soewandi).
c)        Keluarnya Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD) pada 1975.
d)       Saat ini bahasa Indonesia dipelajari di berbagai perguruan tinggi nasional.

Kedudukan Bahasa Indonesia
 Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai Bahasa Nasional diatas Bahasa daerah. Pada 18 agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan, Bahasa Indonesia secara legal konstitusional di kukuh kan sebagai bahasa Negara. Seperti yang tercantum dalam UUD 1945, Bab XV, Pasal 36, yang berbunyi “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”. Dasar hukum tersebut, memberikan landasan yang kuat dan resmi bagi pemakaian bahasa Indonesia, bukan saja sebagai bahasa Nasional, melainkan juga sebagai bahasa resmi kenegaraan.

Fungsi bahasa Indonesia
 Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional dan resmi kenegaraan, bahasa Indonesia mempunyai fungsi yang sangat mendasar dalam konteks berbangsa dan bernegara. Bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai berikut.
  1. Lambang kebanggaan nasional, Bahasa indonesia “Memancarkan” nilai 3 sosial budaya luhur bangsa Indonesia
  2. Lambang identitas nasional, Yang artinya dengan menggunakan, bahasa Indonesia, akan dapat diketahui siapa, kita, yaitu, sifat, perangai dan watak kita sebagai bangsa Indonesia.
  3. Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakangnya Sosial, Budaya dan Bahasanya. Bahasa Indonesia memfasilitasi masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial, budaya dan berbeda-beda bahasanya sehingga dapat menyatu dan bersatu dalam  kebangsaan, cita-cita, rasa dan nasib yang sama.
  4. Alat perhubungan antar budaya, antar daerah. Seperti pada uraian sejarah Bahasa Indonesia pada awal Bab II, dengan adanya bahasa pemersatu beragamnya latar belakangnya masyarakat Indonesia, komunikasi antar suku yang satu dengan yang lain yang memiliki bahasa daerah yang berbeda, menjadi mudah dan informasi tersampaikan dengan baik.



DAFTAR RUJUKAN

Cahaya, M. 2010. Sejarah Kedudukan dan Fungsi `Bahasa Indonesia, (Online),  (http://afirmanto.blogspot.com/2010/04/sejarah-fungsi-dan-kedudukan-bahasa.html), 26 agustus 2014
Junaidi, W. 29 september 2010. Sejarah Bahasa Indonesia. (Online), (http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/09/sejarah-bahasa-indonesia.html), diakses 26 agustus 2014
Masnur. M,Drs & Suparno, Drs. 1987. Bahasa Indonesia. Bandung : Jemmars.
Widyartono, D. 2011. Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi Kaidah-Kaidah Menulis. Malang.
Wikipedia. 25 agustus 2014. Bahasa Indonesia. (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia), diakses 26 agustus 2014

1 komentar: